Jumat, 01 April 2016

Produk Pembiayaan


A.    Ketentuan Umum
1.      Penerima pembiayaan adalah anggota aktif (minimal 3 bulan) yang memiliki rekening Simpanan Reguler (Tabah, Sikeren atau Sipajar) untuk proses autodebet
2.      Jaminan dapat berupa:
-     Simpanan Reguler (Tabah, Sikeren atau Sipajar), Simpanan Berkah dan/atau Simpanan Khusus (Sidik atau Sahara): pembiayaan maksimal 2 x lipat dari total simpanan
-     Surat berharga seperti BPKB dan sertifikat tanah: pembiayaan maksimal 75% dari taksiran nilai agunan
3.      Pembiayaan ≥ 5.000.000,- harus disertai agunan surat berharga
4.      Plafon pembiayaan:
ü  Pembiayaan ≤ Rp. 1.000.000,- : jangka waktu pembiayaan maksimal 3 bulan, periode angsuran pokok dan bagi hasil/margin sesuai kesepakatan.
ü  Pembiayaan > Rp. 1.000.000,- s.d. = Rp. 3.000.000,- : jangka waktu pembiayaan maksimal 6 bulan, periode angsuran pokok dan bagi hasil/margin sesuai kesepakatan.
ü  Pembiayaan > Rp. 3.000.000,- : jangka waktu pembiayaan maksimal 12  bulan, periode angsuran pokok dan bagi hasil/margin sesuai kesepakatan.
5.      Keterlambatan angsuran karena kelalaian dikenakan denda Rp. 2.000,- perhari (cash)
6.      Perjanjian pembiayaan di atas materai ditandatangani kedua belah pihak
7.      Selain pembiayaan Busril dikenakan biaya administrasi pencairan dana Rp. 10.000,- (cash)
8.      Koperasi dapat menolak permohonan pembiayaan tanpa memberitahukan alasan kepada nasabah

B.     Ketentuan Khusus
1.      Murabahah
ü Pembiayaan pembelian barang produktif maupun konsumtif
ü Koperasi boleh mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang yang dimaksud
ü Akad murabahah dilakukan setelah barang secara prinsip telah menjadi milik koperasi
ü Margin ditentukan dimuka sesuai kesepakatan
ü Pembayaran pokok pembiayaan murabahah dan marginnya dapat dilakukan secara tunai/ lumpsum (murabahah murni) atau cicilan (bay’ bits tsaman ‘âjil) sesuai kesepakatan
ü Koperasi dapat memberi potongan, apabila mitra usaha melakukan pelunasan pembayaran tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah disepakati, dengan syarat tidak diperjanjikan dalam akad dan besarnya potongan diserahkan pada kebijakan Koperasi.
ü Koperasi dapat meminta uang muka pembelian (urbun) kepada mitra usaha setelah akad murabahah disepakati;

2.      Mudharabah
ü  Pembiayaan modal usaha produktif (100%)
ü  Nisbah Bagi hasil ditentukan dimuka sesuai kesepakatan
ü  Bagi hasil mudharabah dilakukan dengan menggunakan  metode  bagi pendapatan/revenue sharing (dihitung dari total pendapatan).
ü  Kerugian karena kelalaian ditanggung oleh mitra usaha
ü  Kerugian yang diakibatkan bukan karena kelalaian (seperti gagal panen, bencana alam, dan kebakaran) ditanggung oleh koperasi
ü  Pengakuan laba atau rugi mudharabah diketahui berdasarkan laporan omzet bagi hasil dari nasabah yang diterima oleh Koperasi secara berkala sesuai dengan kesepakatan.
ü  Pengembalian pokok pembiayaan mudharabah dapat dilakukan bersamaan dengan distribusi bagi hasil (dengan memperhatikan rasio penurunan pokok pembiayaan) atau pada saat berakhirinya akad mudharabah.

3.      Musyarakah
ü  Pembiayaan bantuan modal usaha produktif
ü  Nisbah Bagi hasil ditentukan dimuka sesuai kesepakatan
ü  Bagi hasil musyarakah dilakukan dengan menggunakan  metode  bagi pendapatan/revenue sharing (dihitung dari total pendapatan).
ü  Kerugian karena kelalaian ditanggung oleh mitra usaha
ü  Kerugian yang diakibatkan bukan karena kelalaian (seperti gagal panen, bencana alam, dan kebakaran) ditanggung bersama secara proporsional
ü  Pengakuan laba atau rugi musyarakah diketahui berdasarkan laporan omzet bagi hasil dari nasabah yang diterima oleh Koperasi secara berkala sesuai dengan kesepakatan.
ü  Pengembalian pokok pembiayaan musyarakah dapat dilakukan bersamaan dengan distribusi bagi hasil (dengan memperhatikan rasio penurunan pokok pembiayaan) atau pada saat berakhirinya akad mudharabah.

4.      Qardhul Hasan
ü  Pembiayaan kebutuhan non-komersil (seperti biaya pengobatan dan biaya pendidikan)
ü  Pengembalian pokok pinjaman sesuai kesepakatan
ü  Penerima pembiayaan tidak dilarang memberikan infak atau shadaqah kepada Koperasi dengan tidak dipersyaratkan pada saat akad.
ü  Pembiayaan Qardhul Hasan berasal dari penerimaan infak dan shadaqah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar